0%
logo header
Selasa, 20 Januari 2026 09:26

Komisi D DPRD Sulsel Minta Evaluasi Tim Leader Proyek Irigasi Paket 1, Punya Rekam Jejak Kurang Baik!

Puspita
Editor : Puspita
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar.

Notuladaily.com, Makassar – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan perhatian khusus terhadap penunjukan Tim Leader Manajemen Konstruksi (MK) PT Kogas Diryap Konsultan pada Paket I proyek irigasi multiyears Tahun Anggaran 2025–2027.

Perhatian tersebut mengemuka dalam rapat kerja pembahasan Program Empat Paket Irigasi skema Multi Years yang digelar di Ruang Rapat Komisi D DPRD Sulsel, Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Senin (19/1/2026).

Baca Juga : Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi “Cicu” Komitmen Kawal Tindak Lanjut LHP BPK

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, menyampaikan bahwa pihaknya berharap penugasan personel kunci dalam proyek strategis tersebut benar-benar mempertimbangkan rekam jejak dan pengalaman sebelumnya.

Ketua Fraksi NasDem Sulsel itu menyinggung pengalaman Tim Leader MK PT Kogas, Nawawi, yang sebelumnya terlibat sebagai konsultan perencana dan pengawas pada proyek pembangunan bendung dan embung di Lalenrie, Kabupaten Bone.

Menurut Sadar, proyek tersebut hingga kini masih menyisakan sejumlah persoalan, sehingga menjadi catatan penting bagi Komisi D dalam melakukan fungsi pengawasan.

Baca Juga : Irma Wahyudiyati: Penetapan Harga TBS Harus Dilaksanakan, Petani Harus Dilindungi

“Kami hanya mengingatkan agar proyek irigasi multiyears ini dikerjakan oleh tim yang betul-betul memiliki rekam jejak baik. Apalagi proyek irigasi ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” ujar Sadar.

Ia menambahkan, proyek bendung dan embung Lalenrie sebelumnya menggunakan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), sehingga evaluasi terhadap kinerja konsultan menjadi hal yang wajar dilakukan demi mencegah terulangnya permasalahan serupa.

Senada, Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Lukman B. Kady. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penempatan personel, khususnya pada proyek strategis bernilai besar dan berdampak langsung bagi sektor pertanian.

Baca Juga : Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Tenri Indah Serahkan Bantuan Alsintan untuk Kelompok Tani di Gowa

“Kami berharap tidak ada lagi uji coba dalam proyek seperti ini. Komisi D akan melakukan pengawasan secara langsung di lapangan, sehingga kualitas dan progres pekerjaan harus benar-benar terjaga,” kata Lukman.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala Cabang PT Kogas Diryap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman, menyatakan pihaknya menghormati dan menindaklanjuti perhatian Komisi D DPRD Sulsel.

Ia menegaskan kesiapan perusahaan untuk menyesuaikan penugasan personel sesuai dengan arahan dan rekomendasi dari pihak pemberi kerja.

Baca Juga : Komisi D DPRD Sulsel Dorong Perda Khusus Penyelamatan Danau Tempe

“Sebagai konsultan yang diberi kepercayaan, maka ketika misalnya pemberi kerja memberikan rekomendasi seperti itu yakni Kepala dinas dan KPA, maka berdasarkan rapat hari ini saya siap melaksanakan tugas,” pungkasnya.