0%
logo header
Selasa, 28 Juli 2026 13:20

Di Tamalanrea, Mahmud Beri Solusi Keluhan Warga soal Jalan Rusak, Sampah, Desil hingga Akses SMA Negeri

Musa
Editor : Musa
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Mahmud La Kaiya.
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Mahmud La Kaiya.

Notuladaily.com, Makassar – Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat mencuat dalam reses masa sidang III Tahun 2025/2026 Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Mahmud La Kaiya, di Kelurahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (28/7/2026).

Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi disampaikan, mulai dari kondisi Jalan Poros BTP yang rusak dan sering macet, pengaturan jam operasional truk untuk mengurangi risiko kecelakaan, hingga persoalan pengelolaan sampah yang dinilai masih belum optimal.

Warga juga mengeluhkan minimnya dukungan terhadap Bank Sampah Unit (BSU), meminta penambahan armada pengangkut sampah, serta mempertanyakan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).

Baca Juga : Warga Pampang Keluhkan Krisis Air Bersih, Dr Mahmud Minta PDAM Segera Bertindak

Selain itu, masyarakat berharap adanya evaluasi sistem penerimaan siswa baru di SMA Negeri agar lebih mengakomodasi warga sekitar sekolah.

Persoalan perubahan status desil yang berdampak pada hilangnya bantuan sosial, usulan penguatan program pencegahan demam berdarah (DBD), hingga perlunya sosialisasi pengelolaan sampah berbasis Tempat Edukasi dan Bank Sampah (TEBA) juga menjadi perhatian warga.

Menanggapi hal itu, Mahmud mengatakan seluruh masukan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga : Di Reses Dr Mahmud, Warga Tamamaung Minta SMA Negeri Baru dan Soroti Posyandu Terbengkalai

Untuk persoalan infrastruktur jalan dan keselamatan lalu lintas, ia berjanji mengusulkan perbaikan Jalan Poros BTP kepada dinas terkait, sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga mengenai pengaturan kendaraan berat serta pemasangan rambu lalu lintas di titik rawan kecelakaan.

Terkait persoalan sampah, legsilator NasDem Sulsel itu menilai Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar perlu lebih masif melakukan sosialisasi program TEBA agar masyarakat memahami pentingnya pemilahan sampah dari rumah.

Menurutnya, penguatan Bank Sampah Unit juga perlu mendapat perhatian karena mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga : Reses di Sudiang Raya, Mahmud Ajak Warga Siap Pilah Sampah dari Rumah Jelang Aturan Baru

“Kalau Bank Sampah Unit berjalan dengan baik, sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat. Di sisi lain, volume sampah yang masuk ke TPA juga akan berkurang,” ujarnya.

Mengenai pembangunan PLTS, Mahmud menjelaskan bahwa rencana tersebut sebelumnya mendapat penolakan karena lokasi yang diusulkan berada terlalu dekat dengan permukiman warga.

Di bidang pendidikan, Mahmud menjelaskan sistem penerimaan siswa baru di SMA Negeri masih mengacu pada ketentuan zonasi yang berlaku. Namun, ia menilai pembangunan sekolah baru dapat menjadi solusi apabila hasil analisis kebutuhan menunjukkan daya tampung sekolah yang ada belum mencukupi.

Baca Juga : Legislator Sulsel Mahmud Reses di Masale, Warga Minta Penilaian Desil Penerima BLT Ditinjau Kembali

Sementara itu, terkait keluhan warga mengenai perubahan status desil penerima bantuan sosial, Mahmud meminta masyarakat menyerahkan dokumen pendukung agar dapat dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk dilakukan verifikasi.

Ia juga menyatakan siap mendukung program kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan DBD melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Mahmud menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dihimpun sebagai bahan perjuangan di DPRD Sulsel agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah sesuai dengan kewenangannya.

Baca Juga : Legislator Sulsel Mahmud Reses di Masale, Warga Minta Penilaian Desil Penerima BLT Ditinjau Kembali

“Reses menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung persoalan masyarakat. Semua aspirasi ini akan kami kawal agar mendapat perhatian dan solusi dari pemerintah,” tutupnya.