Notuladaily.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tinggal di wilayah terdampak banjir dan cuaca ekstrem.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan menyikapi kondisi cuaca ekstrem, dengan tetap melalui izin kepala OPD masing-masing. Kebijakan ini disampaikan usai upacara di Lapangan Pallantikang, Senin (12/1/2026).
Baca Juga : Serahkan DIPA 2026, Bupati Maros Chaidir Syam Dorong Percepatan Program
Selain ASN, Pemkab Maros juga memberikan kelonggaran pada sektor pendidikan. Sekolah-sekolah yang terdampak banjir atau cuaca ekstrem diimbau melaksanakan pembelajaran secara daring.
Saat ini, wilayah terdampak banjir berada di Kecamatan Maros Baru, sementara angin puting beliung dilaporkan terjadi di Maros Baru dan Kecamatan Turikale. Bupati juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan.
BMKG Sulsel menyebut Sulawesi Selatan masih berada pada puncak musim hujan hingga 20 Januari 2026, meski kondisi cuaca terpantau netral tanpa pengaruh kuat El Nino maupun La Nina. Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau melakukan langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak bencana.
