Notuladily.com, Sidrap – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Mahmud, mengapresiasi kehadiran pusat rehabilitasi narkoba Rumah Peduli Mario di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang dikelola oleh pihak swasta.
Kehadiran fasilitas ini dinilai menjadi harapan baru bagi para korban penyalahgunaan narkoba, khususnya generasi muda, untuk kembali bangkit dan diterima di tengah masyarakat.
Mahmud menyoroti fakta bahwa jumlah korban penyalahgunaan narkoba terus meningkat setiap tahun. Secara nasional, jumlahnya telah mencapai jutaan orang, mayoritas berasal dari kalangan anak muda.
Di Sulawesi Selatan sendiri, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 1.500 orang terjaring kasus narkoba.
“Kondisi ini menjadi tantangan besar, terutama karena daya tampung fasilitas rehabilitasi yang tersedia saat ini masih sangat terbatas, hanya sekitar 200 orang. Artinya, masih ada lebih dari 1.300 korban yang membutuhkan tempat rehabilitasi,” ujar Mahmud, Sabtu (3/1/2026).
Keterbatasan tersebut mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan terobosan. BNN Kabupaten Sidrap yang membawahi wilayah Ajatappareng dan sekitarnya pun bergerak cepat mencari solusi dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan swasta.
Baca Juga : Ketua Komisi B DPRD Sulsel Sampaikan Ucapan Tahun Baru 2026, Ajak Perkuat Optimisme dan Kerja Bersama
Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, serta Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi III, Rusdi Masse Mappasessu.
Dimana, Rusdi Masse memberikan lahan seluas kurang lebih empat hektare lengkap dengan fasilitas infrastruktur untuk dimanfaatkan sebagai pusat rehabilitasi bagi korban narkoba.
“Ini bentuk kepedulian nyata agar saudara-saudara kita yang terjerat narkoba tidak dikucilkan, tetapi diberi ruang untuk pulih dan kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata legislator Fraksi NasDem Sulsel.
Baca Juga : Hari Ibu Jadi Momentum, Andi Tenri Indah Salurkan Ratusan Alat Usaha untuk Ibu-Ibu Gowa
Menurut Mahmud, kehadiran Rumah Peduli Mario tidak hanya menyediakan layanan rehabilitasi medis, tetapi juga konseling dan edukasi yang berorientasi pada pemulihan mental dan sosial.
Hal ini menjadi modal penting agar para penyintas narkoba dapat kembali berdaya dan diterima di lingkungan masyarakat.
Selain itu, Mahmud menilai lokasi Rumah Peduli Mario sangat mendukung proses pemulihan. Lingkungannya yang luas, asri, dan alami, dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti area memancing dan gazebo, diyakini dapat membantu proses rehabilitasi berjalan lebih efektif.
Baca Juga : Sirkuit Puncak Mario Dinilai Potensial Jadi Ikon Sport Tourism, DPRD Sulsel Dorong Peran Aktif Pemprov
“Dengan dukungan tenaga kesehatan yang profesional dan lingkungan yang nyaman, kami optimistis para peserta rehabilitasi bisa pulih lebih cepat dan kembali menjalani hidup secara normal,” tutupnya.
