Notuladaily.com, Makassar – Puluhan tahun berlalu sejak dua sahabat menempuh pendidikan bersama di SMP Negeri Uluale, Sidrap, periode 1987–1990.
Kini, keduanya kembali dipertemukan dalam sebuah forum resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan serta DPRD kabupaten/kota, yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Minggu (30/8/2029).
Keduanya adalah Dr. Akbar Ali, M.Si dan Dr. Ir. Mahmud, ST., MM., MSP., MT.
Baca Juga : Ikut Terima Aspirasi Buruh, Mahmud Tekankan Pentingnya Komunikasi untuk Cari Solusi
Pertemuan itu terasa istimewa karena keduanya tidak lagi berstatus sebagai siswa SMP seperti puluhan tahun lalu. Mereka hadir dengan peran berbeda dalam forum penguatan kapasitas anggota legislatif.
Akbar Ali hadir sebagai pemateri dalam kapasitasnya sebagai Direktur Politik Kementerian Dalam Negeri. Sementara Mahmud dipercaya menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.
Keduanya tampil dalam satu forum dengan tema “Akuntabilitas Keuangan Negara terhadap Tupoksi DPRD pada Transisi Pemerintahan dalam Mencegah Tindakan Korupsi.”
Baca Juga : Legislator NasDem Mahmud Fasilitasi 300 Alumni SMK Sulsel Dapat Pelatihan dan Sertifikasi Konstruksi
Pertemuan tersebut menjadi momen yang mempertemukan kembali dua sahabat yang sejak lulus SMP menempuh perjalanan hidup berbeda.
Akbar Ali melanjutkan pendidikan di STPN Magelang. Setelah itu, ia meniti karier sebagai birokrat, mulai dari lurah, camat hingga menduduki sejumlah jabatan strategis di Kementerian Dalam Negeri.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor dan dipercaya mengemban sejumlah jabatan kepala daerah, di antaranya sebagai pejabat kepala daerah di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Baca Juga : PATSI UMI Gandeng BJKW VI Makassar, Dorong Alumni Teknik Sipil Kantongi Sertifikasi Kompetensi
Kini, perjalanan karier tersebut membawanya dipercaya menjabat sebagai Direktur Politik Kementerian Dalam Negeri.
Sementara itu, perjalanan Mahmud berjalan dengan cerita yang berbeda. Setelah lulus SMP, Mahmud sempat mengalami kegagalan dalam menentukan pilihan sekolah. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar pendidikan.
Setahun kemudian, pada 1991, ia melanjutkan pendidikan di STM Negeri 80 Parepare, sebelum kemudian menempuh pendidikan Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia.
Baca Juga : Tokoh Sidrap di Makassar Bentuk Komunitas Nene Mallomo, Mahmud Dipercaya Jadi Koordinator
Mahmud selanjutnya meniti karier di bidang konsultan infrastruktur. Setelah berkiprah cukup lama, ia mendirikan perusahaan sendiri dan menjalani profesi sebagai konsultan nasional selama kurang lebih 20 tahun.
Semangat untuk terus belajar juga mengantarkannya meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya Malang di bidang lingkungan.
Perjalanan tersebut kemudian membawa Mahmud memasuki dunia politik. Setelah melalui proses di sejumlah partai politik, ia akhirnya memilih Partai NasDem dan dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada 2024, mewakili Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II, Kota Makassar.
Baca Juga : Tokoh Sidrap di Makassar Bentuk Komunitas Nene Mallomo, Mahmud Dipercaya Jadi Koordinator
Meski masih tergabung dalam grup WhatsApp alumni SMP, kesempatan keduanya untuk bertemu secara langsung terbilang jarang.
Kesibukan dan perjalanan karier masing-masing membuat pertemuan tatap muka sulit dilakukan. Hingga akhirnya, sebuah forum Bimtek mempertemukan keduanya dalam suasana yang berbeda dari masa sekolah.
Akbar Ali berdiri sebagai pemateri, sementara Mahmud berada di sampingnya sebagai moderator.
Baca Juga : Tokoh Sidrap di Makassar Bentuk Komunitas Nene Mallomo, Mahmud Dipercaya Jadi Koordinator
Keduanya sama-sama membawa pengalaman panjang dari jalan kehidupan masing-masing, namun kembali berada dalam satu panggung pengabdian.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana perjalanan hidup dapat membawa dua sahabat ke arah berbeda sebelum akhirnya dipertemukan kembali pada satu momentum.
Dari bangku SMP di Uluale, Sidrap, keduanya menempuh jalan masing-masing. Akbar memilih jalur birokrasi, sementara Mahmud berkembang di dunia teknik, konsultan, pendidikan, hingga akhirnya memasuki dunia politik.
Baca Juga : Tokoh Sidrap di Makassar Bentuk Komunitas Nene Mallomo, Mahmud Dipercaya Jadi Koordinator
Puluhan tahun kemudian, keduanya kembali bertemu bukan sebagai dua siswa SMP, melainkan sebagai dua profesional yang menjalankan peran berbeda dalam forum penguatan kapasitas wakil rakyat. Dua sahabat, dua perjalanan, satu pertemuan kembali dalam ruang pengabdian.
