Notuladaily.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hingga Februari, penerimaan PAD telah mencapai Rp52 miliar atau sekitar 14,75 persen dari target tahun ini sebesar Rp352 miliar.
Capaian tersebut terungkap dalam rapat evaluasi PAD yang digelar di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros, Jumat (6/3/2026).
Kepala Bapenda Maros M Ferdiansyah menjelaskan penerimaan PAD berasal dari sejumlah sektor pajak daerah, di antaranya pajak hiburan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Baca Juga : Kabar Baik! Siltap Kepala Desa di Maros Mulai Dicairkan
“Pajak hiburan terkumpul Rp330 juta, PBB Rp615 juta, dan BPHTB Rp9,4 miliar,” ujarnya.
Ferdi menyebut capaian PAD pada awal tahun ini lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar Rp33 miliar dari total penerimaan tersebut merupakan sektor yang dikelola langsung oleh Bapenda.
Ia optimistis penerimaan PAD akan terus meningkat, bahkan diperkirakan naik sekitar 20 persen pada Maret. Beberapa sektor yang diandalkan untuk mendorong peningkatan PAD di antaranya BPHTB, PBB, dan pajak hiburan.
Baca Juga : TPP ASN Pemkab Maros Turun 5 Persen, Dianggarkan Rp60 Miliar
Menurutnya, potensi pajak hiburan juga diprediksi bertambah seiring hadirnya bioskop baru di Grand Mall Maros. Selain itu, optimalisasi PBB dilakukan di sejumlah kawasan strategis seperti kawasan bandara, pusat perbelanjaan, dan kawasan industri di Maros.
Pemkab Maros juga mempercepat distribusi Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) kepada wajib pajak dari sebelumnya April menjadi Januari, dengan jatuh tempo pembayaran dimajukan dari September menjadi Juli.
Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam menyambut positif capaian PAD pada dua bulan pertama tahun ini.
Baca Juga : Masjid Baitul Khair Jadi Pusat Ibadah Baru di Kawasan Pemkab Maros
“Untuk evaluasi dua bulan ini kami merespons positif. Teman-teman di Bapenda dan OPD penghasil PAD ada sedikit peningkatan dibanding tahun lalu,” ujarnya.
