Notuladaily.com, Makassar – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Doktor Mahmud, beberkan alasan, sehingga dirinya lebih mendorong penyelesaian Stadion Barombong.
Legislator fraksi NasDem Sulsel ini menegaskan, salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah anggaran pembangunan yang dikucurkan untuk Stadion Barombong, sangat tinggi.
“Barombong sudah menelam anggaran ratusan milyar, kalo tidak salah kurang lebih ya 300 M. Sayang kalo terbengkalai,” tegas Doktor Mahmud, kepada pedomanrakyat.com, Kamis (19/12/2024).
Baca Juga : Legislator Sulsel Mahmud Mantap Maju Calon Ketum PATSi UMI, Usung Semangat “PATSi Pasti Berdampak”
Selain anggran kata dia, faktor lain yang menjadi pertimbangan, karena lokasi stadion barombong terbuka bebas dari polusi kebisinyan.
“Tidak menambah kemacetan meskipun jembatan barombong saat ini ada hambatan saat waktu jam sibuk,namun sudah ada perencanaan duplikat jembatan Barombong,” jelasnya.
Sebaliknya ucap Doktor Mahmu, kalau lokasi stadion ada di Sudiang, maka ada kemungkinan memperparah kemacetan jalan nasional pada waktu jam sibuk sore hingga malam.
Baca Juga : Legislator NasDem sebut Pancasila Hidup Lewat Budaya, Generasi Muda Jangan Kehilangan Jati Diri
“Sehingga kami usulkan sudiang untuk kawasan trainin center para atlet persiapan event PON maupun yang lebih tinggi, agar harapan KONI memiliki tempat representatif untuk atlet,” tutur Doktor Mahmud.
Sebelumya, politisi Partai NasDem Sulsel ini menilai, Stadion Barombong lebih efektif untuk dijadikan markas besar klub PSM, dibanding di Sudiang.
“Di Sudiang masih dalam tahap studi kelayakan, baik menurut Amdalnya maupun andalalinnya, karena ini masih tahap pengkajian. Sehingga saya mengusulkan bahwa kalau bisa Stadipon Barombong ini menjadi markas PSM,” tutupnya.
