Notuladaily.com, Makassar – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan Doktor Mahmud meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel selesaikan persoalan lahan Stadion Barombong.
Hal tersebut disampaikan usai rapat kerja bersama Dispora Sulsel dalam rangka evaluasi Triwulan III Tahun Anggaran 2024, di ruang rapat Komisi E DPRD Sulsel, Rabu (18/12/2024).
Baca Juga : Paling Sering Temui Rakyat saat Demo, Dr Mahmud Raih Award dari BK DPRD Sulsel
Doktor Mahmud menjelaskan bahwa, dari hasil penjelasan Kepala Dispora Sulsel, stadion Barombong masih bersengketa lahan, antara pihak PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) dengan Pemprov Sulsel.
Dimana, sebagian lapangan Stadion Barombong milik GMTD dan sebagian lagi merupakan milik Pemprov.
“Kenapa justru tidak difasilitasi?, agar menjadi kelar ini persoalan, sehingga bisa di lanjutkan pembangunan dari pada Stadion Barombong,” kata Doktor Mahmud.
Baca Juga : Koordinator Banggar Sulsel Mizar Roem Bicara Keberlanjutan Program Pemprov Sulsel, Sebut MYP Jadi Kunci
Politisi Partai NasDem ini menilai bahwa, penyelesaian pembangunan stadion Barombong lebih efektif untuk dijadikan markas besar PSM, dibanding yang sementara direncanakan di Sudiang.
“Di Sudiang masih dalam tahap studi kelayakan, baik menurut Amdalnya maupun andalalinnya, karena ini masih tahap pengkajian. Sehingga saya mengusulkan bahwa kalau bisa stadion Barombong ini menjadi markas PSM,” jelasnya.
Sementara itu lanjutnya, untuk stadion Sudiang sendiri, dirinya melihat potensi untuk dijadikan sebagai training center menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Baca Juga : Ikut Terima Aspirasi Buruh, Mahmud Tekankan Pentingnya Komunikasi untuk Cari Solusi
“Saya itu (GOR Sudiang) lebih bagus dijadikan sebagai kawasan untuk pembinaan sport center untuk pembinaan generasi-generasi muda yang punya bakat tentang keolahragaan,” beber Doktor Mahmud.
Meski kata dia, sudah ada kajian yang menyatakan bahwa sudah bebas dari kawasan Bandara, tetapi tentu kalau pesawat lalu lintas pesawat disitu tentu menganggu kalau saya,
“Cuma saya ingin mengharapkan bahwa bagaimana GOR ini di bangun sebagai representatif sebagai ikon Sulsel dalam pembinaan olahraga Sulsel. Sehingga tidak lagi mencari tempat-tempat untuk training center tempat pelatihan tetapi di pusatkan di GOR Sudiang,” tutupnya.
