Notuladily.com, Makassar – Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Mahmud, menyambut positif rencana penerapan dua opsi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA Negeri tahun 2026.
Kebijakan ini dinilai membuka peluang lebih besar bagi siswa untuk mengakses pendidikan, khususnya yang tinggal di sekitar sekolah.
Hal tersebut disampaikan Mahmud usai rapat kerja Komisi E DPRD Sulsel bersama Dinas Pendidikan Sulsel dalam agenda pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga : Legislator Sulsel Muhammad Sadar Tegas Soal Aspal: Uji Ketat, Jangan Abaikan Kualitas
Dalam rapat tersebut, terungkap bahwa mekanisme penerimaan siswa baru akan menggunakan dua opsi, yakni berdasarkan radius 1 kilometer dari sekolah dan opsi dengan jangkauan lebih luas.
Kedua skema ini tetap mengacu pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai dasar seleksi.
Menanggapi hal itu, Mahmud menilai kebijakan tersebut sebagai langkah yang cukup adaptif dalam menjawab berbagai persoalan yang muncul pada sistem penerimaan sebelumnya.
Baca Juga : Marthen Rantetondok Bicara Regenerasi, Siapkan Anak Maju di Pileg 2029
“Ini kebijakan yang baik karena memberi peluang lebih besar bagi masyarakat yang tinggal dekat dengan sekolah. Dengan radius yang lebih jelas, ruang kompetisi bisa lebih proporsional,” ujarnya.
Legislator Fraksi NasDem itu menambahkan, pendekatan berbasis jarak juga dinilai lebih berpihak pada akses pendidikan yang merata, terutama bagi siswa yang selama ini kesulitan bersaing dalam sistem yang terlalu terbuka.
Menurutnya, dengan adanya dua opsi tersebut, pemerintah daerah memiliki ruang untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi riil di lapangan tanpa mengabaikan aspek kualitas melalui TKA.
Baca Juga : Muhammad Sadar Warning Pemprov: Mulai Utang Proyek, Kondisi Lab dan Lonjakan Harga yang Bisa Tekan Rekanan
Mahmud juga berharap kebijakan ini berdampak langsung pada peningkatan angka partisipasi sekolah di jenjang SMA.
“Kita berharap ini bisa menekan angka anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke SMA. Jangan sampai karena sistem yang tidak tepat, justru ada anak-anak kita yang kehilangan kesempatan sekolah,” tegasnya.
Politisi NasDem itu menekankan, kebijakan pendidikan tidak hanya soal seleksi, tetapi juga memastikan setiap anak memiliki akses yang adil untuk melanjutkan pendidikan.
