0%
logo header
Selasa, 07 April 2026 11:57

Sentuhan Tradisi di Hari Jadi Bone, Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi Hadiri Mattompang Arajang

Puspita
Editor : Puspita
Sentuhan Tradisi di Hari Jadi Bone, Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi Hadiri Mattompang Arajang

Notuladaily.com, Bone – Nuansa sakral dan penuh makna mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone ke-696, Senin (6/4/2026).

Salah satu prosesi yang menjadi perhatian adalah Mattompang Arajang, tradisi pencucian benda pusaka yang sarat nilai sejarah dan budaya.

Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, turut hadir dalam prosesi tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Groundbreaking Paket 4 MYP Irigasi, Dongkrak Produktivitas Pertanian di Luwu Raya

Mattompang Arajang bukan sekadar ritual adat, tetapi juga simbol penghormatan kepada leluhur serta pengingat akan jati diri masyarakat Bone.

Dalam prosesi ini, benda-benda pusaka kerajaan dibersihkan sebagai wujud menjaga nilai-nilai historis yang melekat di dalamnya.

Di tengah arus modernisasi, tradisi ini tetap dijaga dan dilaksanakan dengan khidmat. Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan rangkaian prosesi yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Bone.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Layanan Kesehatan untuk Warga Rongkong

Cicu sapaan akrab Rachmatika Dewi menilai, kegiatan seperti ini memiliki makna mendalam, tidak hanya bagi masyarakat Bone, tetapi juga bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.

“Tradisi ini adalah simbol penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus pengingat akan nilai sejarah dan budaya yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia berharap semangat pelestarian budaya seperti Mattompang Arajang dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Baca Juga : Temui Menteri PU, Gubernur Andi Sudirman Dorong Percepatan Infrastruktur Sulsel

Peringatan Hari Jadi Bone ke-696 pun tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah, tetapi juga ajang memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan merawat kekayaan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.