0%
logo header
Senin, 16 Maret 2026 12:28

DPRD Sinjai Terima Aspirasi PMII Soal Pengelolaan Dapur MBG

Puspita
Editor : Puspita
DPRD Sinjai Terima Aspirasi PMII Soal Pengelolaan Dapur MBG

Notuladaily.com, Sinjai – Anggota DPRD Kabupaten Sinjai, Saldi menerima aspirasi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sinjai terkait pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/03/2026).

Aspirasi tersebut disampaikan setelah massa aksi PMII menggelar unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sinjai. Perwakilan mahasiswa kemudian diterima dalam forum dialog di ruang rapat DPRD

Dalam pertemuan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah temuan terkait pengelolaan dapur MBG. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan ketidaksesuaian antara menu makanan yang disajikan dengan nilai anggaran per porsi yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Pemprov Sulsel: Pengaktifan Kembali Kamrianto Sesuai Ketentuan

PMII juga menyoroti belum adanya rincian anggaran menu per porsi yang dipublikasikan secara transparan. Selain itu, ditemukan perbedaan harga pada menu yang sama di beberapa dapur MBG, sehingga memunculkan dugaan mark-up anggaran serta potensi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Mahasiswa turut mengungkap dugaan penggunaan barang bersubsidi pemerintah dalam operasional dapur, seperti LPG 3 kilogram dan minyak goreng bersubsidi. Mereka juga mempertanyakan mekanisme pengadaan bahan baku yang dinilai belum sepenuhnya mengutamakan pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain itu, PMII menilai masih ada dapur MBG yang belum mempublikasikan menu harian melalui media sosial sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga : Ikuti KPPD di Magelang, Andi Jusman Siap Perkuat Peran DPRD Sinjai

Menanggapi hal tersebut, Saldi menyatakan DPRD akan menampung dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan agar program yang dijalankan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog terbuka dengan harapan berbagai persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait demi memastikan pengelolaan program MBG berjalan transparan dan akuntabel.