Nuansa Budaya Warnai Reses Mahmud La Kaiya di Bira, Warga Sambut dengan Tari Paraga

Notuladily.com, Makassar – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mahmud La Kaiya, kembali melanjutkan agenda reses temu konstituen masa sidang II Tahun Anggaran 2025/2026.
Pada titik keempat, legislator Fraksi NasDem itu menyapa warga Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (19/2/2026).
Kehadiran Mahmud disambut hangat oleh masyarakat setempat. Bahkan, suasana semakin semarak ketika ia disuguhi Tari Paraga, seni pertunjukan tradisional khas Makassar yang memadukan unsur tari, akrobatik, serta permainan bola raga.
Penyambutan ini menjadi simbol keakraban sekaligus bentuk penghormatan warga terhadap wakil rakyat yang hadir langsung di tengah mereka.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri unsur tripilar Kelurahan Bakung, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga setempat. Suasana dialog berlangsung penuh kekeluargaan, diwarnai semangat kebersamaan dan keterbukaan.
Dalam sambutannya, Mahmud menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban konstitusional bagi setiap anggota DPRD untuk menyapa konstituen sekaligus menjemput aspirasi masyarakat secara langsung.
“Sebagai anggota DPRD, kewajiban kami adalah bersilaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat. Selain menjalankan tugas di kantor melalui sidang, kami juga memiliki dua kegiatan penting di luar sidang, yakni reses dan pengawasan anggaran,” ujar Mahmud.
Ia menambahkan, kehadirannya di Kelurahan Bira merupakan bentuk komitmen untuk mendengarkan langsung harapan, masukan, serta keluhan warga.
Sebagai anggota Komisi E DPRD Sulsel yang membidangi kesejahteraan masyarakat, Mahmud menegaskan siap memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.
“Hari ini saya datang untuk menjemput aspirasi warga yang saya wakili. Silakan sampaikan masukan, keluhan, dan harapan. Insya Allah, aspirasi yang memungkinkan untuk direalisasikan akan kita perjuangkan bersama,” ungkapnya.
Melalui dialog yang terbuka, warga pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di lingkungannya.
Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus memperkuat ikatan emosional dalam membangun Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian bersama, di antaranya terkait penonaktifan mendadak kepesertaan BPJS Kesehatan.
Kemudian, perubahan status desil penerima bantuan yang berdampak pada penghapusan BPJS dan Program Keluarga Harapan (PKH), hingga ketidaksesuaian data bantuan sosial dengan kondisi riil di lapangan.
Warga berharap adanya pembaruan dan validasi data agar bantuan sosial, termasuk sembako non-tunai, KIS, dan program pendidikan, dapat tepat sasaran serta menghindari kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Mahmud berjanji akan menindaklanjuti aspirasi yang masuk dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, baik di tingkat provinsi maupun kota, agar persoalan yang dihadapi warga dapat dicarikan solusi terbaik.
Reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakil rakyat, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan yang lebih adil dan merata di Kota Makassar.