Mahmud Jemput Aspirasi Warga Bakung, Dari Infrastruktur hingga Layanan Sosial

Notuladaily.com, Makassar – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Mahmud, mengawali masa reses dan temu konstituen masa persidangan II Tahun Anggaran 2025/2026 dengan turun langsung menyapa warga di Kelurahan Bakung, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (16/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri unsur tripilar Kelurahan Bakung, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta warga setempat.
Momentum reses dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka untuk menjemput aspirasi masyarakat secara langsung.
Mahmud menyampaikan bahwa reses merupakan kewajiban setiap anggota DPRD untuk menyerap aspirasi warga di daerah pemilihannya.
Melalui kegiatan ini, seluruh anggota DPRD Sulsel yang berjumlah 85 orang turun ke lapangan guna mendengarkan masukan, saran, dan keluhan masyarakat sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan ke depan.
“Reses ini menjadi sarana bagi kami untuk mendengar langsung suara warga. Apa yang disampaikan hari ini akan kami tampung dan perjuangkan agar mendapat tindak lanjut,” ujar Mahmud.
Lurah Bakung dalam sambutannya, berharap forum reses ini dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur jalan dan persoalan sosial di wilayah Kelurahan Bakung.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan beragam aspirasi. Mulai dari permintaan percepatan serah terima aset perumahan Griya Pratama Sudiang 1 dan 2 dari pihak pengembang kepada pemerintah daerah, pembangunan gapura sebagai penanda kawasan perumahan, hingga perbaikan jalan Pepabri Bakung yang rusak berat sepanjang sekitar 400 meter di wilayah RW 02, 03, dan 04.
Selain infrastruktur, persoalan layanan sosial juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan penonaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS PBI yang dinilai perlu diverifikasi ulang agar tepat sasaran.
Sistem zonasi pada penerimaan siswa baru (PSB) turut dipersoalkan karena dianggap merugikan anak-anak yang berdomisili dekat dengan sekolah namun tidak lolos seleksi.
Aspirasi lain yang mengemuka di antaranya penguatan peran generasi muda melalui organisasi karang taruna, bantuan sarana posyandu, perbaikan fasilitas Posyandu RW 02, pelatihan keterampilan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, hingga pendataan warga miskin oleh tim profesional.
Warga juga mengusulkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi RT dan RW, pengembangan sistem kependudukan yang lebih modern dan berbasis daring, serta peningkatan kehadiran wakil rakyat saat terjadi bencana atau musibah di lingkungan masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Mahmud menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh masukan warga agar dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait.
“Semua aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kami. Insya Allah akan kami perjuangkan agar kebutuhan masyarakat Bakung dapat direalisasikan secara bertahap,” tutup Mahmud.