Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Dorong Transformasi Kandang Ayam ke Sistem Modern

Notuladaily.com, Sidrap – Modernisasi sektor peternakan terus menunjukkan perkembangan signifikan di Sulawesi Selatan. Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengunjungi peternakan ayam petelur berteknologi modern milik PT Cahaya Tiga Putri di Kabupaten Sidrap, Sabtu (17/1/2026).
Peternakan tersebut menerapkan sistem closed house dengan teknologi Big Dutchman asal Jerman, yang dikenal sebagai salah satu teknologi peternakan unggas paling mutakhir di dunia.
Sistem ini memungkinkan pengelolaan kandang secara terintegrasi dan digital, mulai dari pengaturan suhu, ventilasi, hingga alur produksi telur.
Manajer Closed House PT Cahaya Tiga Putri, Sarpin, menjelaskan bahwa seluruh operasional kandang dikendalikan secara otomatis tanpa pengaturan manual, kecuali pada aspek kebersihan yang tetap diawasi secara berkala.
“Berbeda dengan kandang konvensional, seluruh sistem di kandang ini dikendalikan secara digital. Suhu ruangan dijaga stabil menggunakan cooling pad dan kipas otomatis sehingga ayam tetap nyaman dalam berbagai kondisi cuaca,” ujarnya.
Menurut Sarpin, telur yang dihasilkan dari kandang ini langsung mengalir ke tempat penampungan di lantai bawah tanpa sentuhan tangan, sehingga kualitas dan kebersihannya lebih terjaga.
Dengan kapasitas puluhan ribu ekor ayam petelur, produksi telur mencapai ribuan butir per hari dengan kualitas dominan grade A. “Telur yang dihasilkan berwarna cokelat cerah dengan cangkang mengilap, menjadi ciri utama produksi kami,” tambahnya.
Selain fokus pada kualitas produksi, peternakan ini juga menerapkan konsep berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah kotoran ayam sebagai pupuk. Pemeriksaan kesehatan ternak juga dilakukan secara rutin oleh tenaga medis untuk mencegah potensi penyakit.
Sementara itu, Owner PT Cahaya Tiga Putri, H. Usman Appas, mengungkapkan bahwa pembangunan kandang modern ini berangkat dari keluhan pasar luar daerah terkait kualitas telur asal Sulawesi.
“Awalnya kualitas telur Sulawesi sering dibandingkan dengan telur dari Jawa. Setelah kami terapkan sistem modern, respons pasar luar daerah sangat positif dan mengakui kualitas telur yang dihasilkan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, investasi untuk satu unit kandang modern mencapai belasan miliar rupiah, mencakup pembangunan kandang, peralatan, hingga pengadaan ayam. Meski demikian, teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus daya saing peternak lokal.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyambut baik kehadiran peternakan modern tersebut. Ia menegaskan, sebagai daerah yang dikenal sebagai Lumbung Telur Indonesia, Sidrap berkomitmen mendorong transformasi kandang konvensional menuju sistem modern.
“Pemerintah daerah akan memberikan dukungan melalui kemudahan perizinan, akses permodalan, penyediaan pasar, hingga suplai listrik,” ujar Syaharuddin.
Ia menambahkan, Sidrap menargetkan peningkatan populasi ayam petelur secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan guna mendukung swasembada telur nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan wilayah Indonesia Timur.
“Semoga kandang petelur modern ini menjadi contoh dan pemicu bagi peternak lain untuk beralih ke sistem modern,” tutupnya.
