Notuladaily.com, Yogyakarta – Pameran seni rupa kontemporer bertajuk “Dekonstruksi Makna Siri’: Badik sebagai Gagasan Estetik dalam Seni Rupa Kontemporer” menghadirkan eksplorasi visual dari Iswan Bintang, seniman asal Makassar. Diselenggarakan di Studio Seni Rupa Pascasarjana ISI Yogyakarta, 12–13 Juni 2025.
Pameran ini merupakan bagian dari Tugas Akhir “Tesis Penciptaan” program Magister Seni ISI Yogyakarta. Selain itu, Pameran ini menghadirkan karya-karya seni rupa bertema badik yang mengeksplorasi dan mendekonstruksi makna siri’—nilai harga diri, kehormatan, dan identitas kultural dalam budaya Bugis-Makassar. Melalui pendekatan dekonstruktif, Iswan Bintang menjadikan badik bukan sekadar simbol tradisional, tetapi sebagai gagasan estetik yang hidup dan dinamis, membuka ruang interpretasi baru dalam konteks sosial dan budaya kontemporer.
Bukan hanya itu, Karya-karya dalam pameran ini merefleksikan perjalanan simbol budaya yang bertransformasi dan beradaptasi, menghubungkan warisan leluhur dengan ekspresi personal dan realitas masa kini. Pendekatan artistik yang dihadirkan bukan hanya berfokus pada visual, tetapi juga sebagai medium untuk membuka dialog kritis mengenai makna identitas dan nilai-nilai tradisional dalam era modern.
Baca Juga : Grand Opening Lummra Coffee & Eatery Usung Tema “Simpul Budaya”, Ruang Kolaborasi Kreatif di Makassar
“Badik bagi saya bukan sekadar warisan, tetapi juga cermin perjuangan dan identitas yang terus berkembang. Badik tidak hanya berfungsi sebagai senjata tajam, tetapi juga menjadi ide penciptaan karya seni yang relevan dan bermakna dalam konteks zaman sekarang,” ungkap Iswan Bintang.
Pameran ini mengajak pengunjung untuk merenungkan bagaimana simbol-simbol budaya dapat berevolusi menjadi bahasa visual baru, sekaligus menjadi jembatan antara ingatan kolektif dan kritik kontemporer, antara warisan dan penciptaan baru.
