0%
logo header
Senin, 18 November 2024 13:33

Wamenlu RI Buka Suara usai Filipina Sahkan 2 UU, Sebut Laut Sulawesi: Kita Pelajari Dulu

Rafael Elfano
Editor : Rafael Elfano
Ilustrasi Laut Sulawesi.(F-INT)
Ilustrasi Laut Sulawesi.(F-INT)

Notuladaily.com, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, buka suara usai dua undang-undang yang baru disahkan Filipina terkait rute laut, menyebut nama Laut Sulawesi.

Filipina belum lama ini mengeluarkan Undang-undang Zona Maritim dan Undang-undang Alur Laut Kepulauan (Archipelagic Sea Lanes Act).

Dalam UU Alur Laut Kepulauan, Filipina mengidentifikasi Laut Sulawesi sebagai salah satu dari rute mereka.

Baca Juga : Mary Jane Dipulangkan, Presiden Filipina Marcos Jr Berterima Kasih ke Indonesia

Menanggapi UU itu, Havas mengatakan Indonesia perlu mempelajari terlebih dahulu.

“Pertama ya kita harus mempelajari secara detail terkait undang-undang ini,” kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (15/11).

Dia lalu berujar, “Kedua yang namanya Archipelago Sea Lanes, sesuai dengan UNCLOS, penetapannya tak dilakukan secara sepihak.”

Baca Juga : Tangis Mary Jane Saat Ceritakan Kesan 15 Tahun di RI: Indonesia Keluarga Kedua Saya

Penetapan tersebut, lanjut Havas, harus melalui proses di Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) yang berbasis di London, Inggris.

Dia lalu menceritakan saat Indonesia menentukan alur laut. Menurut Havas, RI berdiskusi dengan sejumlah mitra atau negara pengguna laut.

Setelah pertemuan tersebut, Indonesia melakukan diskusi internal. Hasil pembahasan internal kemudian dibawa ke IMO dan ditetapkan organisasi ini.

Baca Juga : Tinggalkan Lapas Yogyakarta, Terpidana Mati Mary Jane Kembali ke Filipina

Terkait Filipina, Havas mengaku tak mengetahui prosesnya.

“Nah untuk Filipina saya enggak mengerti [prosesnya],” ujar dia.

Havas juga memberikan komentar soal Laut Sulawesi yang menjadi alur laut Filipina.

Baca Juga : Tinggalkan Lapas Yogyakarta, Terpidana Mati Mary Jane Kembali ke Filipina

“Kalau menggunakan Laut Sulawesi sebagai jalur ya, enggak masalah. Karena laut Sulawesi sendiri kan sebagiannya Indonesia, sebagian Malaysia, sebagian Filipina,” ujar dia.

Laut Sulawesi berada di bagian barat Samudra Pasifik. Laut ii berbatasan dengan Kepulauan Sulu serta Kepulauan Mindanao Filipina di utara, di selatan berbatasan dengan Sulawesi, di timur berbatasan dengan gugusan Kepulauan Sangihe, dan di barat berbatasan dengan Pulau Kalimantan.

Dalam laporan Rappler, alur laut Filipina menurut UU terbaru, didefinisikan sebagai berikut

Baca Juga : Tinggalkan Lapas Yogyakarta, Terpidana Mati Mary Jane Kembali ke Filipina

1. Laut Filipina – Selat Balintang – Laut Filipina Barat

2. Laut Sulawesi – Lintasan Sibutu – Laut Sulu – Lintasan Cuyo Timur – Selat Mindoro – Laut Filipina Barat

3. Laut Sulawesi – Selat Basilan – Laut Sulu – Selat Nasubata – Selat Balabac – Laut Filipina Barat

Baca Juga : Tinggalkan Lapas Yogyakarta, Terpidana Mati Mary Jane Kembali ke Filipina

Gambar peta dalam “proposed archipelagic sea lanes,” menurut Havas, juga tak ada masalah atau yang melanggar garis batas dengan Indonesia.

“Kalau dilihat sih enggak ada masalah, masih dalam perairan dia [Filipina],” ujar Havas.

Dia juga menekankan yang perlu digarisbawahi yakni penetapan rute laut apakah sudah melibatkan diskusi dengan negara pengguna laut.